Kamis, 27 Oktober 2011

Night’birthday’mare …. (fanfic)

Author : kuroyuki
Genre : gaje …
Rating : aman ^^
Disclaimer : I’m the owner of storyline, n gazette still belong to PSC ;)

Birthday fanfic for Kai ^^
In the middle of some trouble, I try to make a fanfic …. Hope the readers can enjoy it

Douzo …..


Menyedihkan ….

Itu yang kupikirkan pagi ini. Badanku rasanya pegal semua, suhu tubuhku sepertinya meningkat dari yang normal, dan parahnya aku baru ingat tidak ada makanan apapun di kulkas. Mau pergi keluar untuk belanja tapi menggerakkan tubuh saja rasanya sudah lemas.

Tasuketeeee ~ erangku dalam hati.

Ini pasti gara-gara kehujanan setelah latihan kemarin. Harusnya aku menumpang pada Aoi, jadi tidak perlu nekat menembus hujan menuju stasiun. Dan semua itu dikarenakan kebodohanku sendiri yang lupa membawa mobil, dan untuk hal itu tak usah ditanya lagi bagaimana aku bisa sampai “kelupaan” membawa mobil.

Hhhhhh ……

Rasanya tidak enak sekali, keringat dinginku mulai keluar, mulutkupun mulai pahit. Aku berusaha menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhku, aku menggigil.

Saat-saat seperti ini aku teringat dengan teman-temanku, Ruki, Uruha, Reita dan Aoi. Apa yang mereka lakukan sekarang ? Apa mereka sadar kalau aku terlambat setengah jam dari waktu latihan ?

Ah, aku rindu dengan drumset-ku, rindu dengan wangi dari pengharum ruangan di tempat latihan, rindu dengan pertengkaran kecil antara Ruki dan Reita, aku rindu … hari-hari biasaku.

Mungkin benar kata orang, saat sakit kita jadi mudah sekali merasa rapuh, padahal baru kemarin bertemu tapi rasa rindu ini seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu….

“Kaaiiiiiii !!!!”

Tiba-tiba sebuah suara yang amat kukenal –dan juga bersama wujudnya- menerobos masuk ke dalam kamar apartemenku.

Reita ??

Aku terkejut, baru saja kupikirkan, tau-tau si noseband ini sudah muncul dihadapanku.

“Kenapa kau ada disini ?” tanyaku heran

“Kenapa terkejut begitu ? Tidak senang aku ada disini?”

“Apa kalian tidak latihan karena aku tidak datang ?” aku jadi merasa bersalah tidak latihan hari ini

“Hoiii, justru kami baru selesai latihan”

Aku kemudian melihat jam wekerku, pukul 9 malam ?!

Ah, rupanya gara-gara sakit aku ketiduran seharian.

“Oh, begitu, maaf ya, hari ini aku tidak latihan, tubuhku sakit semua”

Reita nyengir
“Gak apa-apa, justru dengan begitu kami punya waktu untuk mempersiapkan kejutan buatmu”

Aku mengernyit, kejutan apa ??

Belum habis aku berpikir Reita terlihat membuka pintu kamarku, yang ternyata memberi jalan bagi Ruki, Aoi dan Uruha untuk masuk kekamarku.

Kulihat Ruki membawa sebuah kue tart yang diatasnya terdapat lilin berbentuk angka 3 dan 0.

“OTANJOBI OMEDETTOU !!!!” teriak mereka semua serempak

Aku hanya melongo, bingung, hingga kemudian aku sadar kalau hari ini tanggal 28 oktober, yang itu berarti hari ulang tahunku !!

Aku tersenyum lebar, tidak kusangka teman-temanku ingat dan mau repot-repot untuk merayakannya. Aku jadi terharu.

“Ayo Kai, make a wish dan tiup lilinnya” kata Aoi

Aku masih tersenyum, namun aku ikuti juga sarannya.

Aku pejamkan mataku dan berdoa dalam hati,

”semoga gazette selalu mendapatkan yang terbaik” dan kemudian aku meniup lilin itu disusul tepuk tangan teman-temanku.

Well, ternyata hari ini tidaklah menyedihkan , pikirku bahagia ….

“Oh iya, tadi yune datang saat kami latihan” kata Uruha

“Yune ? Maksudmu Yune drummer kalian yang dulu ?” tanyaku merasa aneh tiba-tiba

“Iya, Yune yang itu. Jadi saat latihan tadi kami meminta bantuan Yune untuk bagian drumnya, dan kau tau? Ia bermain dengan bagus “ jelas Aoi

Dan entah kenapa perasaan aneh mulai merasuki pikiranku

“Oohh, kau juga merasakannya ?? aku pikir aku saja yang mengira kalau permainan drum Yune makin meningkat” kini giliran Ruki yang memuji, dan kali ini nafasku mulai sesak.

“Hmm, apa perlu kita pertimbangkan Yune untuk kembali di Gazette ?”

Hei, hei perkataan apa itu ? aku bingung dengan maksud Reita, apa ia sedang bercanda ?

Yah, pasti begitu dan sebentar lagi dia pasti mengeluarkan cengiran khasnya sambil memohon maaf padaku karena candaanya tadi, namun …

“Yah, mungkin saja, bukankah dari awal posisi drummer gazette adalah milik Yune …”

Kepalaku tiba-tiba terasa berat, pandanganku mengabur. Apa-apaan mereka ?! Drummer Gazette adalah aku, Kai …

“Kai, maaf, tapi sepertinya kau harus keluar dari Gazette …”
Apa ??! Siapa tadi yang bicara ? kepalaku seperti mau pecah rasanya ….

“Iya, kami sudah tidak membutuhkanmu lagi. Gazette akan mempunyai drummer baru yang lebih hebat ketimbang dirimu ..”

Deg …

Suara siapa lagi itu ?? kenapa bisa berkata sekejam itu ? Apa aku sudah melakukan suatu kesalah yang besar ??

“Maaf ya Kai ..”

Tidak !! aku tidak butuh maaf, aku hanya ingin bersama kalian, selamanya, bersama Gazette !!
Apa ini jawaban dari doaku tadi ? yang terbaik bagi gazette ??

Kepalaku makin berputar-putar, tubuhku terasa melayang, dan kerinagt dingin seperti membanjiri pungunggku.

Aku ingin berteriak melepaskan rasa sakit ini, tapi suaraku tak bisa keluar. Aku berusaha sekuat mungkin, namun rasa nyeri di kepalaku malah makin meghujam. Apa ini ??!
Dan hingga akhirnya ….

“WAAAAAAA !!!!! “

Aku terduduk, nafasku tersengal, tubuhku bergetar, keringat membasahi dari ujung rambut hingga kakiku, dan kepalaku terasa pening

Aku … bermimpi ??

Aku mengedarkan pandanganku, ini masih kamar apartemenku, dan aku sendirian disini.

Aku mulai mengatur nafasku, perlahan kurebahkan kembali tubuhkku, aku memejamkan mataku,

Astaga, tadi itu benar-benar mimpi buruk, pikirku. Tapi untunglah hanya sebuah mimpi, aku menarik nafas lega …

“KAAAIIIII !!!!!”

Aku terlonjak, suara itu ??!

“Hei, kau sudah bangun? Baguslah, aku punya kejutan untukmu, taraaaa …..!!!”

Oh,oh, tidak !! pikirku ngeri.

Sosok itu sama seperti mimpiku tadi, dan orang-orang yang kemudian masuk kekamarkupun melakukan hal yang sama.

Reita, Aoi, Uruha dan Ruki …. yang membawa sebuah kue tart ulang tahun untukku. Dan kemudian tiba-tiba saja semua menjadi gelap …

###

Author’s POV

“Hei !!, apa yang kau lakukan ?!!”

Aoi panik melihat Kai tiba-tiba pingsan.

“Tidak, aku hanya ingin memberi kejutan untuk Kai …” jawab Reita sambil menggaruk-garuk kepalanya, ia bingung kenapa Kai sampai shock seperti itu.

“Baka !!! sekarang dia pingsan bagaimana ? Siapa yang meniup lilin ini ??” omel Ruki pada bassisnya itu

“Mau bagaimana lagi ? lilin sudah dinyalakan, sebentar lagi pukul 12 malam, dan belum tentu dia akan sadar dalam beberapa jam kedepan …” Uruha menggantung kalimatnya.

Dan entah bagaimana, setelah saling berpandangan sesaat, di depan Kai yang pingsan dengan suksesnya, mereka kompak bersama-sama meniup lilin ulang tahun Kai.

Pffuuhhh … !!

Otanjoubi Omedettou, Kai …..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar