Minggu, 25 September 2011

Golden Bomber questionnaire (from musicJAPANplus)


copas from Yusita 'uc' Kuroihotaru

Susunan dan teks: Kanako
Penerjemah: Shinta dan Kizuna

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


8 Pertanyaan untuk Mengetahui Lebih Banyak tentang Golden Bomber sebagai Sebuah Band


T1. Bagaimana kalian memutuskan nama 'Golden Bomber'?

Kiryuin Sho: 20 tahun lalu, ketika Saya berusia 6 tahun, Saya melihat sesosok dewi bercahaya emas terbang di angkasa ke arah utara dari barat laut. Malam itu, Saya mengalami mimpi yang ganjil.
Dewi yang Saya lihat mengarah ke utara dari barat laut itu berbicara padaku.
"Golden Bomber? Nama band yang aneh!"
Begitulah bagaimana kami menamai band kami Golden Bomber.

Utahiroba Jun: Kami menamai band kami 'Golden Bomber' setelah kami secara diam-diam mengetahui manga karya Tuan Toriyama Akira, pengarang 'Dragon Ball,' yang belum diterbitkan. Judul manga tersebut adalah 'Golden Bomber.'
Karena kami menggunakan nama tersebut sebagai nama band kami, Tuan Toriyama tak bisa menerbitkan manga tersebut. Maka itu 'Golden Bomber' takkan pernah diterbitkan meskipun itu adalah sebuah maha karya.
Itu jugalah alasan Tuan Toriyama membuat 'Dragon Ball GT.' 'GT' berarti 'Golden Bomber, tsubusu [Saya akan membunuh Golden Bomber].'


T2. Kenapa kalian memutuskan untuk menjadi sebuah 'air band'?

Kiryuin Sho: Pertama, para member tidak pandai memainkan alat musik. Kedua, dengan menjadi sebuah air band kami tak perlu menunda kegiatan kami meskipun salah satu anggota tak bisa tampil.

Utahiroba Jun: Kami tak bisa memainkan alat musik.


T3. Konser-konser kalian menggabungkan sandiwara [lakon komedi] dan penampilan panggung lainnya. Hal tersebut pasti benar-benar dipersiapkan. Bagaimana kalian mendapatkan ide untuk melakukannya saat konser?

Kiryuin Sho: Sampai akhirnya Saya mendapatkan banyak ide tanpa berusaha. Tapi kini Saya tak bisa memikirkan apapun. Kami hanya melakukannya!

Utahiroba Jun: Seluruh member band berkumpul bersama dan membahas rencananya. Tapi sebagian besar kami menggunakan ide dari pikiran unik Kiryuin Sho.


T4. CD kalian sering menyisipkan bonus video, dan dalam video tersebut kalian melewati tantangan-tantangan 'mengerikan.' Tantangan mana yang paling sulit?

Kiryuin Sho: 'キリちゃんの、ウホッ!今月のイイ男☆ / Kiri-chan no Uho! Kongetsu no Ii Otoko☆ [Secara kasar artinya 'Kiryuin Sho memperkenalkan Pria Paling Tampan Bulan Ini']'.
Untuk tantangan ini Saya harus memilih 'Pria Paling Tampan Bulan Ini.' Saya memilih pria secara acak berdasarkan pilihan pribadi Saya sendiri. Kemudian Saya mewawancari pria tersebut tanpa membuat janji terlebih dahulu! Di akhir wawancara kami berdua melumuri diri kami dengan losion dan bertanding gulat. Video tersebut berakhir dengan kami berdua yang berseru 'Uho!' ['Uho' adalah suara gorila, monyet, dan semacamnya]

Utahiroba Jun: Sebagai bagian dari kumpulan tantangan berjudul 'ガチュピンチャレンジシリーズ / Seri Tantangan Gachupin' Saya melompat ke laut saat kami di Niigata. Saya benar-benar berpikir bahwa Saya akan tenggelam dan mati.

Darvish Kenji: Saya keluar menerjang salju hanya mengenakan celana renang dan menahan dinginnya di luar selama 30 menit.


T5. Banyak penggemar di luar negeri yang mungkin belum mendapatkan kesempatan menyaksikan kalian tampil secara langsung. Jadi bagi para penggemar di luar negeri yang tak banyak tahu tentang Golden Bomber, berikanlah pesan dan katakan pada mereka hal apa yang menurut kalian membuat band kalian begitu spesial!

Kiryuin Sho: Slipknot adalah yang terbaik!

Utahiroba Jun: Kami hampir saja terpilih untuk membuat lagu tema film 'Titanic.' Di menit-menit terakhir pembuat 'Armageddon' memutuskan tidak menggunakan kami untuk menulis lagu tema film tersebut. Tapi kami akan membuat lagu tema untuk film 'Star Wars Episode 9999' yang akan datang.

Darvish Kenji: Datang dan saksikan kami kemudian putuskan sendiri apa yang membuat kami spesial. Kalianlah jurinya.


T6. Lagu apa yang kalian rekomendasikan kepada para penggemar yang ingin lebih mengetahui mengenai Golden Bomber? Dan apakan poin kuat dari lagu tersebut?

Kiryuin Sho: Jangan dengarkan, rasakan!

Utahiroba Jun: Lagu ViViD '「夢」~ムゲンノカナタ~ / 「Yume」~Mugen no Kanata~' adalah sebuah mahakarya. Cobalah kalian dengarkan.

Darvish Kenji: '女々しくて / Memeshikute'. Sekalinya kalian menguasai tariannya, kalian bisa menyebut diri kalian penggemar 'penggemar Golden Bomber yang terbaik.'


T7. Di awal tahun ini, tanggal 6 Januari, kalian merilis album 'ゴールデンアワー 下半期ベスト2010 / Golden Hour Shimohanki Best 2010'. Apa yang paling kalian sukai dari album ini?

Kiryuin Sho: Foto untuk cover CD-nya membuat Saya tampak wah.

Utahiroba Jun: Tempat plastik album ini menggunakan bahan yang cukup mahal. Ketika kalian mengetuknya dengan kuku kalian, akan tercipta suara yang agak keras tapi juga lembut.

Darvish Kenji: Saya tak menulis lagu jadi Saya tidak tahu.


T8. Apakah gol kalian di tahun 2011 sebagai Golden Bomber?

Kiryuin Sho: Saya ingin memiliki sebuah restoran ramen.

Title : When it rain …. (fanfic)

Author : kuroyuki
Fandom : Alice Nine
Pairing : ShinjixSaga
Rating : 14+
Genere : Romance, Fluff, Angst (??)
Disclaimer : Mereka punyanya ortu mereka masing-masing ^^

Pas hujan, pas libur, pas gak ada kerjaan, maka terciptalah penpik ini XD … Eh, judul englishnya bener gak sih ??

Douzo …


“Sayang, lihatlah, hujan sedang turun …”
Yah, aku tahu, hujan sedang membasahi bumi ini, ia sedang melakukan tugas mulianya, memperpanjang kehidupan pada setiap makhluk hidup.
“Sayang, dengarkanlah, suara hujan ini ..”
Indah ya? Seperti sebuah harmoni yang tercipta oleh para dewa diatas sana, begitu menyusup, memberi sensasi yang tak dapat digambarkan, namun begitu menenangkan.
Aku menjulurkan sebelah tanganku, mencoba merasakan rintik hujan dengan ujung jariku. Dingin, dan seolah mengalir bersama darah menuju jantungku, membuat detaknya tak lagi konsisten, karena satu rintik ini begitu ampuh membuka semua memori di pikiranku. Memori yang harusnya sudah terkuur dalam 3 tahun yang lalu, memori yang seharusnya tak perlu kuingat, karena hanya akan membuka lagi luka lama di hati ini.

***
Author’s POV

“Nona, kau meninggalkan ini di perpustakaan !” seorang pemuda nampak berlari kecil kearah Saga

Nona ?? Saga yakin bahwa ia yang dipanggil oleh pemuda itu, tapi apa pemuda itu begitu buta hingga tidak mengetauhi kalau dirinya adalah laki-laki ?

“Ini bukumu bukan ? Hhhh, aku sudah mengejarmu dari perpustakkan tadi, namun untuk ukuran wanita, jalanmu termasuk cepat ya ?” pemuda itu menyeka keringat di pelipisnya sambil tersenyum, tidak menyadari perubahan di wajah Saga.

“Terima kasih atas bukunya, dan maaf ,aku ini laki-laki !” ketus Saga kesal, ia pun pergi meninggalkan pria itu yang hanya terpaku menyadari kekeliruannya.

Siang hari, sepulang dari kuliah, Saga benar-benar di buat jengkel oleh alam. Bagaimana tidak? Sedari tadi cuaca nampak bersahabat dengan hangat mentari di musin semi ini, tapi kenapa tiba2 saja turun hujan ? Ck, Saga berdecak kesal, ia paling benci dengan hujan. Hujan itu muram, terasa sepi baginya, belum lagi dengan jalanan yang akan menjadi becek dan dengan mudah membuat bajunya kotor.

Saga pun berteduh di halte bus yang tak jauh dari universitasnya.

“Hujannya indah ya ?”

Saga menoleh pada pemuda yang ikut berteduh di sampingnya, ternyata pemuda yang tadi, Saga pun mengacuhkannya.

“Emmm, maaf soal yang tadi, habisnya kau terlalu cantik untuk disebut laki-laki” pria itu berkata sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal

Sebenarnya Saga pun sudah tidak mempermasalahkan kejadian tadi, toh dia juga sudah biasa di kira wanita karena paras manisnya ini, bahkan ibunya sendiri pun lebih senang melihatnya menggunakan pakaian wanita ketimbang t-shirt dengan jeans belelnya ini.

“Lupakan saja, aku sudah biasa” kata Saga ringan

“Oh,mmm , namaku Amano Shinji, kalau kau ?”

“Saga”

“Kau tinggal di jalan Gemini ya ? Aku melihat alamatmu di kartu perpustakaan, kebetulan aku bekerja sambilan di kafe dekat jalan itu. Bagaimana kalau kita pulang bersama ?”

Saga menatap Shinji heran, yang membuat Shinji tiba2 sadar dan menutup mulutnya

“Ups, maaf, sepertinya aku terlalu banyak omong
Hihihihi, lucu juga pria ini, pikir Saga

“Tapi masih hujan, aku akan menunggu sampai hujannya benar-benar reda”

Shinji mengangkat sebelah alisnya “ Serius ?? hujannya kayaknya bakal awet nih, ayolah, sudah tidak terlau deras, lagipula ini cuma hujan air kan ?”

Shinji tiba-tiba menarik tangan Saga yang membuat pemuda cantik itu terkejut, namun ia menuruti saja langkah2 pemuda yang baru dikenalnya ini menembus jalanan becek yang amat dibencinya

“Kau tau ? Hujan itu seperti dirimu, indah dan menyenangkan ..”
“Hei, jadi kau menyamakanku dengan hujan yang begitu ribut ini ?” bibirku mengerucut kesal, ia hanya tertawa dan mengacak rambutku
“Siapa yang bilang hujan itu ribut? Hujan terdengar berisik karena ia bersentuhan dengan benda lain, seperti payung dan atap rumah, tapi, coba kaudengarkan dengan seksama, maka yang terdengar hanyalah kehampaan dan ketenangan ….”


“Saga, tadi Shou mencarimu, ia ingin meminta bantuanmu” kata Shinji sambil membereskan meja terakhir di kafenya.

Hari sudah malam dan diluar hujan sedang turun dengan derasnya, shinji melirik sekilas pada Saga yang nampak asyik dengan buku bacaannya.

Sekarang Saga sering mampir di kafenya walau hanya sekedar untuk menumpang membaca dan memesan secangkir susu coklat. Katanya, dirumahnya sangat ribut dengan 2 adik laki-laki yang hobi menjahilinya dan ia tidak bisa konsentrasi membaca.

“Hei ..” Shinji menyenggol lengannya

“Iyaaa, aku dengar. Besok aku akan menemui Shou”

Shou adalah teman semasa SMA Saga dari jurusan desain yang kebetulan juga adalah langganan di kafe tempat Shinji bekerja

Saga menoleh pada Shnji.”Kafe sudah mau ditutup?”

“Iya, lagian sepi ini, aku ingin cepat pulang kerumah”

“Tapi diluar masih hujan …”

Saga setengah merengek, membuat shinji tersenyum geli. Sudah beberapa bulan ini ia mengenal Saga dan kemudian menjadi akrab dengan pemuda ini. Apalagi kesamaan hobi dalam bermusik membuat mereka makin cocok dan nyambung saat ngobrol. Tapi ada satu hal yang membuat mereka berbeda, Shinji menyukai hujan namun Saga, amat, sangat menghindari peristiwa alam yang satu ini.

“Nih, kau pakai jaketku, aku bawa motor jadi kuantar kau sampai rumah” Shinji melempar jaketnya pada Saga yang masih menatapnya dengan pandangan memohon.

“Ayoo ~” Ia menarik lengan Saga untuk bangkit, dan dengan malas Saga pun mengekor dibelakang Shinji.

***

“Wah, Saga, kau benar-benar cantik !” Shou terkagum-kagum dengan tampilan Saga saat ini, ia memang yakin bahwa gaun rancangannya ini cocok dengan ukuran tubuh ramping Saga.

“Shouu !! Ini kan gaun untuk ceweekkkk ?!!” Saga gemas melihat wajah temannya yang malah nampak puas dengan penampilan -yang menurutnya- konyol ini.

“Aku tau, tapi kau benar-benar cocok dengan gaun ini, ckckck, aku memang jenius kan ?” mata Shou berbinar-binar puas
Jenius ??! Yeah, jenius dan gila memang hanya berbeda tipis, pikir Saga kesal

“Sebentar, sepertinya ada yang kurang, tapi jangan kau lepas dulu ya ..” Shou pun menghilang dari balik pintu untuk mengambil sesuatu, meninggalkan Saga yang nampak gerah dengan gaun aneh ini.
“Shou, kau ada didalam aku mencari Sa…”

Saga menoleh pada sosok yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan dan kemudian menatap Saga dengan pandangan takjub, ternyata Shinji.

“Apa ?! Kau ingin mengejekku kan? Ini semua ulah Shou, kalau tidak ingat dia temenku, aku pasti sudah membuang jauh gaun ini. Awas kalau sampai dia-“

Omelannya terhenti karena tiba-tiba ia merasakan sebuah belaian lembut di pipinya, dan kini shinji berada di hadapannya dengan tatapan lembut yang tak dimengerti oleh Saga

“Kau cantik …”

Bwoooshhhh …..
Saga bisa merasakan wajahnya menjadi panas, dan ia yakin mukanya pasti sudah memerah saat ini,.
Ia tersipu dan itu makin membuatnya cantik, pikir Shinji yang masih menatap lekat wajah manis itu

Sedang Saga hanya bisa membalas tatapan Shinji dan berusaha menahan lompatan jantungnya yang tak karuan. Hei, dia kan hanya Shinji ?! Kenapa kau bisa tersipu begini Saga? rutuknya dalam hati. Namun entah kenapa walau ia berusaha, ia tidak bisa juga mengalihkan pandangan matanya dari tatapn lembut Shinji saat ini.

“Kau itu cantik, seperti hujan yang turun di pagi hari, mmm, tidak, hujan di siang hari juga cantik sepertimu , atau mungkin hujan dimalam hari ?. Ahhh, yang jelas bagiku hujan yang turun kapanpun begitu cantik, dan mengingatkanku pada dirimu …”
Aku hanya tersenyum dan membenamkan tubuhku dalam pelukannya, mencoba melebur dengan detak halus jantungnya …

“Aishiteru …”

Ucapan Shinji ini membuat Saga mematung dan hanya menatap lekat sepasang mata hitam milik Shinji, mencoba mencari gurat-gurat canda atas kata-katanya barusan. Tapi nihil, yang saga lihat dari mata hitam itu hanyalah keseriusan, dan Saga tidak tau harus berkata apa saat ini

Jujur ia terkejut, senang namun juga ragu dengan pernyataan Shinji. Tentu saja ia terkejut, karena saat ini ada seseorang yang tengah menyatakan cinta padanya, dan ia senang karena ia pun menyimpan perasaan yang sama pada pemuda dihadapannya ini, tapi sekaligus juga ia ragu, dengan kenyataan bahwa mereka berdua sejenis, lalu apakah hal itu bisa ditoleransi ?

“Aishiteru, Saga ..”

Shinji mengucapakannya lagi, dan kini Saga merasa ingin menangis mendengarnya, entah mengapa, terharu mungkin.
Ia hanya bisa menunduk namun kemudian Shinji mengangkat dagunya dan mendaratkan sebuah ciuman yang manis dibibir Saga, membuat dada Saga seketika berdesir dan meruntuhkan segala pertahanannya, Saga pun meneteskan airmata.

Shinji masih menyapu bibir Saga dengan lembut, seolah meminta kepastian dari pernyataanya barusan. Dan Saga, walau dengan ragu, iapun membalas ciuman lembut Shinji dan memeluk tubuh pria itu sebagai jawabannya.
Diluar sana, sekilas Saga mampu mendengar desau hujan yang kembali turun ….

***

Saga’s POV

1 Oktober, 3 tahun kemudian …

Aku kembali duduk di kafe ini, ditempat dimana dulu aku sering memandangimu saat bekerja, walau dengan alasan membaca buku dan hanya memesan secangkir susu coklat. Disini pula, kau mengajarkanku tentang arti dari sebuah hujan. Hujan yang menurutmu menyenangkan, hujan yang kau lukiskan sebagai kecantikan alam, hujan yang kau bilang selalu mengingatkanmu padaku. Kemudian aku tersenyum miris pada diriku sendiri, dan hujan yang juga menjadi saksi saat kau meninggalkanku….

3 tahun yang lalu, karena jalanan yang licin akibat hujan, motormu tergelincir dan menabarak pembatas jalan. Kau tidak terselamatkan karena lukamu begitu parah dan akhirnya kau pergi tanpa mengucapkan apapun padaku.
Kau tau ? Aku menangis dengan keras saat itu, tapi mungkin kau tidak akan mendengarnya karena hujan sudah membawa jiwamu ke alam lain. Aku berteriak, berulangkali memanggil namamu. Aku marah pada keegoisanmu yang pergi begitu saja, terlebih setelah kau memberi sebuah cinta yang aneh namun mampu membuatku melayang ke atas awan dan setelah semua cibiran yang berhasil kita lewati, namun pada akhirnya, kau menghilang juga dari hadapanku.

Sayang, hujan yang turun adalah sebuah anugrah, seperti dirimu yang merupakan anugrah bagiku …

Aku kembali tersenyum dan bangkit ke luar kafe. Di tanggal yang sama dengan kepergianmu, hujan kembali turun dengan deras. Mungkin aku masih belum bisa menyukai hujan, karena selain kesepian yang terasa didalamnya kini bertambah lagi dengan kenangan akan dirimu yang terus muncul saat melihat hujan. Namun setidaknya, bersama hujan, aku mampu menyembunyikan tangisanku kan ?

OWARI ~

Title : What the ….. (fanfic)

Author : kuroyuki
Rating : sapa aja, boleeehhhhh ….
Genre : apa aja terserah …..
Fandom : still the Gazette
Disclaimer : PSC managemenet (tumben nyadar = =a)
Sekali lagi kegajean menguasai saya, dan lagi2 the Gazette menjadi korbannya ..

Douzo ….

Kai melipat tangan di dadanya dan berdiri dengan pandangan penuh amarah pada teman-temannya. Reita, Ruki, Aoi dan Uruha yang asyik berleha-leha bingung dengan sikapanya itu.
“Kalian sembunyikan dimana ?” tanya Kai dengan ketus
“Apa ??” serempak temannya bertanya
“Gak usah pura-pura, kalian sembunyikan dimana panciku??!!” Kai berteriak dengan kesal.
Teman-temannya yang lain malah cengok dan saling berpandangan, panci ??
“Iyaaa, panci yang biasanya kutaruh didapur !!” Kai mulai gemes dengan tampang bloon teman-temannya
“Pan yang sering make elo, kok malah nanya ma kita” jawab Reita
“Kalo gw tau, gak akan gw nanya ma kalian semua !!” Kai yang kesal mengambil jaketnya dan berjalan keluar dari basecamp Gazette
Sepeninggal Kai baik Uruha, Aoi dan Ruki memandang tajam pada Reita, merasa terintimidasi, reitapun mengkerut di kursinya
“Kok pada mandangin gw semua ?”
“Ngaku deh, yang nyembunyiin ntu paci elo kan ?” tanya Ruki menyelidik
“Nggak lah !!”
“Gak usah bo’ong lo, si Kai kesel beneran tuh “ kata Uruha
“Kalo bo’ong idung lo makin pesek loh” lanjut Aoi lagi
Kenapa mesti bawa-bawa idung segala sih, pikir Reita sambil tak sadar mengelus-elus idung di balik nosebandnya
“Jadi elo kan yang nyembunyiin tu panci” tanya Ruki lagi
Dibawah ancaman dan sumpah hidungnya akan menjadi pesek, akhirnya Reita mengangguk yang langsung disambut dengan tatapan kesal teman-temannya
“Sana gih, ngomong terus minta maaf ma Kai, ntar kalo dia ngambeknya kelamaan pada repot kita”
“Ah, Kai juga sensi nih, baru aja pancinya disembunyiin sudah segitu ngambeknya, biasanya juga kita tindas kayak apa dia bakalan mesem-mesem aja” Reita berusaha membela diri
“Hussh, itu panci bukan sembarang panci buat Kai”
Kata-kata Uruha membuat Reita bingung, emang apa istimewanya tu panci ? Bisa ngabulin tiga permintaan kayak jin-nya Aladin gitu ?
“Setiap habis konser, Kai pasti bikin mie pake panci itu, dan biasanya ia akan bercerita tentang konsernya hari itu sambil makan mie, yah, bisa dibilang dia lagi curhat gitu sama pancinya. Makanya tu panci bermakna banget buat Kai, banyak kenangan yang ia bagi dengan panci itu”
Penjelasan Uruha itu membuat Reita terpana, bahkan Aoi dan Rukipun tercenung. Mereka sama sekali tidak tau tentang cerita itu. Jadi, sepenting itukah keberadaan panci itu bagi Kai?
“ck, gw pikir penyakit terparah yang diidapnya itu adalah kepikunannya, tapi ternyata .. Kai memendam semuanya sendiri, bahkan lebih percaya dengan panci ketimbang teman-temannya” Aoi nampak prihatin
Perasaan bersalah tiba2 muncul di hati Reita, sepertinya ia kejam sekali dengan menyembnyikan panci itu, apalagi selama ini ia sering mengatakan bahwa masakan Kai tidak enak.
Reita nampak menunduk dalam-dalam, ia menyesal
“Gue tau lo menyesal, tapi lebih baik kalau lo mencari Kai dan minta maaf padanya” Uruha menepuk pundak Reita.
“Biasanya kalau lagi kesal begini, Kai akan menenangkan dirinya di taman yang ada warteg takoyaki 24 jam di komplek sebelah” kata Uruha lagi
Tanpa basa-basi lagi Reita pun segera bangkit dan pergi mencari Kai di tempat yang ditunjukkan oleh Uruha.
“Eh tapi ….” Uruha mencoba mengatakan sesuatu tapi Reita keburu menghilang di balik pintu.
“Tapi apa ?” tanya Ruki
“Enggak, gue cuma mau ngingetin kalo ditaman itu banyak lekongnya”

= =a

***

Reita mengedarkan pandangannya ke sekeliling area taman ini. Sepertinya ini taman yang benar, barusan ia melihat sebuah warteg takoyaki yang buka 24 jam, dan sudah dari tadi ia mondar-mandir, tapi sosok Kai tidak juga ditemukannya.
“Haloo, mas, sendirian ya ~”
Reita menoleh pada seseorang yang baru saja mencoleknya tadi. Dari parasnya yang cantik orang ini nampak terlihat seperti wanita biasa, namun Reita yang sudah makan garam dunia perlekongan bisa dengan mudah mengenali bahwi wanita didepannya ini adalah jejadian aka lekong yang biasanya mangkal di taman ini
“Lho, kok bengong syiihhh, main yuk sama eke, eke bakal kasi servis plus deh ~” wanita jejadian ini mengedipkan sebelah matanya yang malah membuat bulu kuduk Reita merinding disko, apalagi ternyata okama ini tidak sendirian melainkan bersama 3 orang temannya yang lain, buset dahh !!, kenapa malah para okama yang tertarik ma ketampanan gue ya ?, pikir Reita yang masih sempat-sempatnya narsis.
“Huaaaaa !!!” Reita berteriak histeris saat seorang okama itu menggrepe-grepe tubuh berharganya, seketika itu juga ia mengambil langklah seribu dan ..
BRUUUKKK ….
Reita menabrak seseorang
“Ngapain lo lari2 Rei ?” Kai, orang yang ditabrak Reita, nampak bingung melihatnya yang seperti dikejar-kejat oleh hantu penghuni taman lekong ini
“Kaiiiii !!” Reita yang merasa lega langsung memeluk drummernya itu, yang membuat Kai malah makin bingung, ni anak gak ketularan penghuni taman ini kan ??
“Kai, gue minta maaf, gue yang nyembunyiin panci lo, gue cuma maksud iseng doang kok, gue gak tau kalo panci itu berharga banget buat lo” ujar Reita masih memeluk Kai
“Etooo, gue maafin elo kok, tapi lepasin gue, sesak nih … “ Kai mencoba melepasakan pelukan Reita yang amat erat, mau minta maaf apa mau ngebunuh nih, batin Kai.
“Hontouni gomenasai, gue gak tau panci itu punya arti tersendiri di hati lo” Reita membungkuk pada Kai, sedangkan Kai hanya menggaruk-garuk kepalanya
“Rei, sebenarnya gue gak ngerti lo tu ngomong apaan, tapi gue tadi udah beli panci baru kok” kata Kai sambil mengangkat plastik ditangannya.
“Tapi, tapi, bukannya paci yang gue sembunyiin itu sangat berharga buat elo?” tanya Reita bingung
“Nggak juga sih, itu kan bonus waktu gue beli boxer di swalayan”
Doeenggggg !!!! Reita pun bengong dengan sukses
“Trus, soal curhat habis konser sambil makan mie itu gimana?”
“heee ???”

***

“Gue gak nyangka ya, Kai bisa begitu autis, padahal kan kita teman-temannya dan kita pasti siap mendengar semua ceritanya” Aoi masih nampak prihatin dengan cerita Uruha tadi
“Iya, kasian sekali, selama ini dia hanya bisa tersenyum palsu pada kita, hhhhh….” Ruki menghela nafas berat
“Kenapa kalian ?” Uruha muncul dengan sebotol sake ditangannya
“Kok lo gak khawatir gitu dengan keadann jiwa Kai, bukannya lo yang lebih tau tentang kisah curhatnya Kai sama pancinya itu ?” tanya Aoi
Uruha yang hendak meneguk sakenya kemudian malah menatap Aoi dan Ruki bergantian
“Kalian gak benar-benar percaya denganku kan ?” tanya Uruha dengan sangsi
Aoi dan Ruki berpandangan heran
“Maksud lo, semua cerita lo tadi bohong gitu ?”
“Ya iyalah, gak mungkin kan si Kai ngomong sama panci kayak orang sakit jiwa gitu, gue kan cuma niat ngerjain si pesek doang” kata Uruha sambil menegak sakenya dengan santai, sedang Aoi dan Ruki hanya bisa memandangnya tak percaya, yang jelas Reita pasti amat murka saat ini.

Owari ~

finally ... (fanfic)

Author : kuroyuki
Chapter : one shoot
Genre : romance, fluff
Rating : 15+, hehehehehe
Pairing : aoi x uruha
Disclaimer : mereka tuh punyanya …… etooo, punya siapa ya ??
Wah, tiba2 dapet ilham ni cerita waktu ngeliat beritanya pangeran william n kate, tapi kok gaje gini yak ?? ==’

Douzo …

aku tersenyum memandangi diriku sendiri didepan cemin besar ini. Aku dapat melihat pantulanku yang dibalut dengan gaun putih panjang, berhiaskan renda-renda manis pada bagian dada dan pergelangan tangannya, ditambah ornament-ornamen menarik disekitar pinggangnya yang membuat tubuhku makin terlihat ramping. Aku masih tersenyum. Aku memang cantik, aku sadar itu, namun entah mengapa menggunakan gaun ini makin membuatku diriku merasa cantik, terutama didepannya nanti, hmm,senyumku makin melebar bahkan hanya dengan membayangkan wajahnya saja.
Rasanya aku tidak sabar menunggu hari esok, hari dimana kehidupan kami berdua akan berubah, yah besok kami akan menyatukan ikatan cinta kami, yang walaupun orang lain masih memandangnya sebelah mata, namun kami percaya bahwa kami bisa bahagia menjalaninya.

Aku masih termangu didepan cermin, bukan lagi mengagumi penampilanku tapi pikiranku malah melayang pada hari-hari kemarin. saat aku dan aoi begitu percaya diri untuk menjalin kasih, bahkan didepan teman2 kami sendiri, yang pada awalnya jelas merasa terkejut. Namun aku dan aoi bersyukur mendapatkan teman2 yang begitu pengertian karena setelahnya mereka malah mendukung hubungan kami berdua, rasanya itu sudah lebih dari cukup bagi kami

“kau sudah cantik uru sayang ….” sebuah suara membuyarkan lamunanaku, aoi tiba2 sudah berada diambang pintu kamar

“jangan berkaca terus, aku takut kaca itu akan iri dengan kecantikanmu” kata-katanya spontan membuatku tersenyum malu

“apa yang kau lakukan disini, bukankah kau harus mengecek segala persiapan untuk besok ?” tanyaku

Aoi mengedikkan bahunya “aku sudah serahkan tugas itu pada teman2 kita”

Aku mengernyitkan kening ” heii ! mereka tamu2 kita ao, kenapa malah kau suruh bekerja?”

“hehehehehe, habisnya mereka Cuma bengong aja waktu datang kesini, jadinya ya kukasih kerjaan aja”

Aku bisa membayangkan kenapa reita, ruki dan kai hanya bengong saat tiba di rumah ini, atau lebih tepat jika kusebut sebuah kastil mewah. Kami memang tau jika aoi adalah anak orang kaya, tapi kami baru benar2 tau seberapa kaya gitaris band kami itu. Orang tuanya adalah pengusaha otomotif yang sukses di negeri ini, belum lagi keluarga mereka masih memiliki darah bangsawan, yang membuat keluarga aoi tak hanya kaya dan populer namun juga terpandang di kalangan pejabat2 pemerintah. Satu hal yangpada awalnya membuatku ragu untuk meneruskan hubungan kami.

“a,, aoi ?!” aku mendesis kaget saat tiba2 aoi memeluk dan mencium leherku

‘kau,,, wangi sekali” katanya sambil menghirup leherku

“mm.,,, barusan aku mandi dan luluran, untuk acara besok kan?”aku mencoba menjauhkan leherku, namun aoi malah mengeratkan pelukannya, perlahan bibirnya naik mencium pipiku

“apa yang kau risaukan ?” bisik aoi

‘tidak, aku tidak merisaukan apapun”

“kau melamun tadi” aku terdiam

Besok kami akan menikah, tapi tetap saja ada perasaan takut, ragu, gelisah dalam benakku. Tapi tidak mungkin juga aku mengatakan ini pada aoi, ia sudah begitu banyak berjuang demi hubungan kami, bahkan hingga berani menetang keluarganya sendiri, aku tidak mau membuatnya repot.

“keluargaku sudah menyetujui hubungan kita, apalagi yang kau takutkan ?”

Benar, mereka memang telah setuju, tapi itu juga karena kau yang mengancam akan pergi dari rumah dan melepas semua yang kau miliki, dan tentu saja keluarga shiroyama tidak akan membiarkan satu-satunya pewaris kerajaan otomotif mereka pergi begitu saja sehingga terpaksa menyetujui hubungan kita, aku mendesah dalam hati.
“ouch …” aoi menggigit kecil telingaku

‘kau melamun lagi kan?”

“hei, bisakah kau melepas pelukanmu? Aku takut gaunku akan rusak” aku mencoba melepas pelukannya

“tidak mau !, aku takut kau akan kabur ”

“hahahahaha, kau ada2 saja kenapa aku akan kabur ?”

“karena …. Mungkin kau takut ?”

Takut ?? aku tidak akan takut apapun asalkan bersamamu, namun kehilanganmu sudah pasti akan menjadi ketakutan terbesar seumur hidupku

Aku merasa aoi makin erat memelukku, tubuhku kami benar2 menempel satu sama lain, apa yang terjadi padanya sih ?
“aishiteru uru ..”

Hah ? apa dia sedang butuh pengakuan dariku ?aku tersenyum kecil

“aishite ,,, mphh, ngg “ aku tidak bisa meneruskan ungkapanku karena bibir aoi kini membekapku, memberi ciuman hangat dibibirku yang mau tak mau aku balas

Aku bisa merasakan tangan aoi membelai ringan punggungku, yang jujur membuatku agak terangsang, apalagi kini lidah aoi sukses menjelajah dalam mulutku, bermain-main dengan lidahku

Sreeettt ….
Resliting belakang gaunku terbuka, kini aku bisa merasakan usapan hangat aoi, sedangkan bibirnya masih tetap mengulum bibirku, saliva kami pun menyatu.

Aku mencintainya, sungguh, mencintainya dengan sepenuh hatiku, tak perduli kami adalah makhluk sejenis, tak peduli jika cinta kami melanggar aturan hukum manusia, kami tak ingin peduli. Apa salah jika memliki keinginan untuk hidup bahagia dengan orang yang dicintai ??

Bahkan jika hanya diizinkan untuk memiliki satu permintaan dalam hidup ini, aku hanya ingin bersama aoi, hanya itu ….
Aoi melepas ciumannya, “ uruha, kau tidak akan menyesal kan ?”

“ma, maksudmu ?” aku mengatur nafasku yang agak tersengal karena ciuman aoi tadi

“bersamaku, menjadi pendampingku seumur hidup, tidakkah kau akan menyesal ? belum lagi dengan pikiran2 orang di luar sana, hidupmu jelas akan kesusahan”

Aku mencari mata aoi dan memandang mata legam itu dengan yakin, “aku tidak akan menyesal”

Tidak akan, bahkan segala kesusahanpun tidak akan terasa jika bersama aoi.

Aoi tersenyum, kemudian mendorong pelan tubuhku hingga jatuh ke atas tempat tidur, ia menindihku dan kembali menciumiku, meraba setiap inci tubuhku dengan mesra, seolah ingin menyampaikan seluruh hasrat cintanya. Dan aku menikmatinya, mencoba mengeja seluruh pesan cinta yang ia siratkan, mungkin ada nafsu, tapi, bukankah mencintai memang membutuhkan nafsu ?, nafsu untuk memiliki, nafsu untuk melindungi, nafsu untuk membuat orang yang kita cinta bahagia selamanya…
***
Author’s POV

“kau kemana saja ?” reita langsung ngedumel ketika melihat aoi. Ia, kai dan ruki sudah habis kesabaran menunggu aoi yang katanya tadi ingin pergi sebentar, tapi nyatanya malah meninggalkan mereka di kastil super besar ini selama 2 jam, tanpa ada guide ataupun peta yang hamper membuat mereka nyasar entah di lorong mana. Benar2 seperti dalam labirin, pikir ruki.

“gomen, gomen, tadi aku ada urusan sebentar dengan uruha” jawab aoi sambil nyengir,

“trus, di mana uruha ? dari tadi kami belum melihatnya” Tanya kai

“uumm, itu, dia, dia sedang tidur” aoi tiba2 kikuk

“hahh !! kami sudah jauh2 datang dari Tokyo untuk menghadiri pernikahan kalian, bukannya disambut malah ditinggal tidur ?! dasar bebek !” reita kembali misuh2

Namun kemudia ruki melihat sebuah keganjilan, ia menghampiri aoi dan mencoba menyentuh leher aoi

“kau, apaan sih ?!” aoi mencoba menghindar, namun ruki berhasil menyibak kerah baju aoi dan melihat sebuah tanda … kissmark ??

Kini giliran ruki yang menyeringai jahil “barusan ngapain sama uruha ?”

Kai dan reita yang juga sempat melihat kissmark itu juga memandang aoi sambil senyum-senyum, aoi jadi risih dan mukanya memerah, tapi bukan aoi namanya kalau sampai berhasil dijahili teman-temannya

“ahhh, sudahlah, bukan urusan kalian, bukankah seharusnya kalian membantuku untuk acara besok ?!” ia pura2 kesal

“hahahahahaha, aoi mukanya merah tuh !!” teriak reita yang kemudian berlari karena hendak dijitak aoi, sedang kai dan ruki hanya tertawa melihatnya ……

Owari …..

Kamis, 15 September 2011

GOLDEN BOMBER QUESTIONNAIRE

ngakak dah bacanya, golden bomber emang gak ada yang waras semuanya XD


Vokalis-Kiryuin Sho



Q1. Bagaimana kamu memilih namamu?

[Terinspirasi oleh] David Hasselhoff



Q2. Apakah akhir-akhir ini kamu memiliki hobi?

Saya menggunakan internet untuk mencari film erotis. Sebenarnya itu sudah menjadi hobi saya selama 10 tahun ini. (niat banget kiryuin ni ma hobinya)



Q3. Anak seperti apakah kamu dulu?

Saya selalu membaca Nietzsche. Bercanda; Saya menikmati membaca komik erotis.

(hedeeuuhh)



Q4. Tolong beritahu kami kejadian memalukan yang kamu harap dapat kamu lupakan!

Bulu kemaluan saya mulai tumbuh (honest guy ^^)





Q5. Kapan kamu merasa paling bahagia?

Ketika saya sedang makan roti/ kue-kue.



Q6. Apa yang menjadi inspirasi kamu untuk menjadi artis?

MALICE MIZER-san.



Q7. Siapakah artis yang kamu hormati?

MALICE MIZER, GACKT dan J.S. Bach.



жDari sudut pandang Kiryuin Sho-san...

Q8. Orang seperti apakah Can Yutaka-san itu?

Siapa itu? (tega T.T)


Q9. Orang seperti apakah Utahiroba Jun-san itu?

Maaf, saya tidak mengenalnya.



Q10. Orang seperti apakah Darvish Kenji-san itu?

Dia adalah ayah saya.



Yang terakhir, tolong kirim pesan kepada para fansmu yang berada di luar negeri!

Tolong jangan percaya apa yang saya katakan dalam questionnaires dan wawancara ini.

(wakakakaka, jawaban yang malah gak akan dipercaya)







Gitaris_ Kyan Yutaka



Q1. Bagaimana kamu memilih namamu?

Saya menerjemahan nama Johnny Depp ke dalam Bahasa Jepang.

(hahahaha ...)



Q2. Apakah akhir-akhir ini kamu memiliki hobi?

Saya meneriakkan cinta saya kepada dunia dari atas Menara Eiffel.(so romantic)



Q3. Anak seperti apakah kamu dulu?

Satu-satunya hal yang saya lakukan saat masa kecil adalah berenang menyebrangi Strait of Dover.



Q4. Tolong beritahu kami kejadian memalukan yang kamu harap dapat kamu lupakan!

Itu barangkali sebuah insiden yang terjadi ketika saya menjadi Spider-Man. Kostum saya robek dan memperlihatkan area kemaluan saya.(huahahahahah XD)





Q5. Kapan kamu merasa paling bahagia?

Ketika saya berjalan di atas karpet merah.



Q6. Apa yang menjadi inspirasi kamu untuk menjadi artis?

Saya tidak pernah ingin menjadi artis.(heee ?!)



Q7. Siapakah artis yang kamu hormati?

Artis Jepang terkenal yang bernama 'Son Goku'. [gak bisa bedain mana artis mana tokoh kartun ya mas ??]



жDari sudut pandang Kyan Yutaka-san...

Q8. Orang seperti apakah Kiryuin Sho-san itu?

Dia mirip Stitch; terutama giginya.(setuju !!!)



Q9. Orang seperti apakah Utahiroba Jun-san itu?

Dia mirip Dr. Emmett 'Doc' Brown dari film 'Back to the Future'.



Q10. Orang seperti apakah Darvish Kenji-san itu?

Saya tidak pernah mendengar namanya. (kasian om kenji)


Yang terakhir, tolong kirim pesan kepada para fansmu yang berada di luar negeri!

Saya adalah orang Jepang, dan seperti kebanyakan orang Jepang lainnya, saya kecil dan memiliki kaki yang pendek! (XD)







Bassis_Utahiroba Jun



Q1. Bagaimana kamu memilih namamu?

Saya ingin sebuah nama dengan 3 huruf kanji yang gampang untuk di singkat dan mudah untuk diingat oleh gadis-gadis SMA. Ketika saya melewati cabang tempat karaoke terkenal yang bernama [歌広場 / Utahiroba] saya menemukan nama yang sempurna! (riwayat nama yang aneh)



Q2. Apakah akhir-akhir ini kamu memiliki hobi?

Bermain 'モンスターハンターポータブル3rd / Monster Hunter Portable 3rd'.



Q3. Anak seperti apakah kamu dulu?

Saya minum banyak jus jeruk dan sering sakit perut.



Q4. Tolong beritahu kami kejadian memalukan yang kamu harap dapat kamu lupakan!

Saya lupa.





Q5. Kapan kamu merasa paling bahagia?

Ketika saya menjawab questionnaires seperti ini.



Q6. Apa yang menjadi inspirasi kamu untuk menjadi artis?

Saya mendengar 'Goldberg Variations' (oleh Bach) ketika saya masih berada di janin ibu saya.



Q7. Siapakah artis yang kamu hormati?

Celine Dion-san

Avril Lavigne-san

Paris Hilton-san dan Nicky Hilton-san







жDari sudut pandang Utahiroba Jun-san...

Q8. Orang seperti apakah Kiryuin Sho-san itu?

Dia baik. Dia memiliki diet yang tidak seimbang.



Q9. Orang seperti apakah Kyan Yutaka-san itu?

Dia tampan. Dia tidak terlalu tertarik dengan makanan.



Q10. Orang seperti apakah Darvish Kenji-san itu?

Dia tampan. Dia lahir di Kyushu (Barat daya Japan).



Yang terakhir, tolong kirim pesan kepada para fansmu yang berada di luar negeri!

[Dalam bahasa Inggris] I wanna hold you tight all day.







Drummer_ Darvish Kenji





Q1. Bagaimana kamu memilih namamu?

Saya menjiplaknya dari [pemain pro-baseball Jepang] Darvish Yu-san tanpa izin.(^^a)



Q2. Apakah akhir-akhir ini kamu memiliki hobi?

Pergi menonton kabaret.



Q3. Anak seperti apakah kamu dulu?

Saya menyukai payudara ibu saya. (naniiii ?!!)



Q4. Tolong beritahu kami kejadian memalukan yang kamu harap dapat kamu lupakan!

Saya tidak pernah merasa malu di sepanjang hidup saya.(udah putus urat malunya ^^)





Q5. Kapan kamu merasa paling bahagia?

Ketika saya mendapat kesempatan untuk mengintip ke dalam rok perempuan. (gokil dah XD)



Q6. Apa yang menjadi inspirasi kamu untuk menjadi artis?

Pertama-tama, saya tidak ingin menjadi seorang artis.



Q7. Siapakah artis yang kamu hormati?

Michael Jordan (ok lah, kalo kenji bilang dia artis, ya berarti artis)


жDari sudut pandang Darvish Kenji-san...

Q8. Orang seperti apakah Kiryuin Sho-san itu?

Dia mesum. (heee ??)



Q9. Orang seperti apakah Kyan Yutaka-san itu?

Dia mesum. (heeee ???)



Q10. Orang seperti apakah Utahiroba Jun-san itu?

Dia adalah raja dari segala orang-orang mesum. (heeeeeeee ???)



Yang terakhir, tolong kirim pesan kepada para fansmu yang berada di luar negeri!

Tolong carikan saya seseorang untuk saya nikahi. (langsung kirim proposal lamaran ^^)


source : airi'akira'niimura fb

Kiss … Kiss …

Author : Kuroyuki
Genre : Comedi tapi gaje
Rating : Aman kok
Warning : Bahasa kacau lahhh …
Disclaimer : kalo ada nama yang mirip dengan artis Vkei, itu memang disengaja ^^, tapi storyline tetep punya saya

Douzo ….


Cuuuup !!!

“Naniiii ?!!!” Shou berteriak histeris ketika ada banda lembek-lembek basah (apaan ??) yang menempel di pipinya dan membentuk efek suara nan indah itu. Ia menoleh dan melihat makhluk yang sangat ia kenal sedang tersenyum najong padanya
“Miyavi !!! lo ngapain sehh ?!!” Shou melompat dari sofanya dengan cepat sambil melap pipinya yang barusan dicium dengan semena-mena oleh Miyavi
“Hei, gue cuma nyium lo kok, memangnya salah ??” jawab Miyavi sok polos
Shou bergidik geli, masih terasa sensasi-sensasi yang gimanaa gitu akibat ciuman dari Miyavi tadi
“Jelas salah, dodol !! kita bukan diatas panggung dan gak sedang melakukan fanservice, geli tau >.< !!” Shou kembali bergidik
“Oh, ayolah Shou, lo tau kan gimana kebiasaan gue, atau mungkin lo ingin merasakan ciuman gue yang lebih dahsyat lagi ?” Miyavi mendekati Shou dengan gayanya yang mesum, membuat Shou mengambil langkah seribu, sejuta, atau semilyar kalau perlu untuk kabur dari rocker mesum itu
“Ogaahhhh !!!” jerit Shou keluar pintu
“Ck, gak asik ah…” Miyavi mencibirkan bibirnya dengan bosan

@@@

Namanya Miyavi, teman-temannya biasa memanggilnya Meev. Dia seorang rocker berusia 28 tahun yang berada di bawah naungan Pscompany bersama Shou, vocalis AliceNine, yang barusan menjad terget penganiayaannya.
Cowok yang memilki banyak tato dan piercing ini terkenal dengan gayanya yang cuek namun ramah, bahkan pada para fansnya. Belum lagi dikarenakan dia memiliki hobi yang aneh, yaitu mencium siapapun yang berada di dekatnya dalam radius beberapa centimeter, hmmm, cukup aneh bukan ?? gak cewek, gak cowok, kalau sudah berada di dekatnya, maka bersiaplah untuk mendapat cipokan maut dari bibirnya, yang membuat para fansnya ceweknya berteriak histeris (soalnya dikira fanservice), dan membuat teman-teman cowoknya hanya tersenyum pasrah mendapat ciuman ala seme-nya itu.
Namun, begitulah Meev, mungkin motto dalam hidupnya adalah no kiss no life, yang intinya, dia hobi menempelkan tanda bibirnya pada siapa saja dan apa saja, eh, enggak ding, ciumannya cuma berlaku buat manusia kok ^^.
Dan mungkin salah satu impian terbesarnya adalah menaklukan Pscompany dengan ciuman mautnya ….

@@@

“Ngapain lo ?” Aoi mengernyit saat melihat Meev jongkok layaknya anak terbuang di pintu latihan band Gazette
“Kan lagi jongkok ..” Meev tersenyum polos pada Aoi, membuat gitaris Gazette itu geleng-geleng kepala dengan tingkah sarap temen satu menejemennya ini
“Lo gak ada kerjaan ? gak ada latihan ?” tanya Aoi
Meev menggeleng, kemudian matanya terlihat berbinar saat melihat seseorang datang ke arah mereka, Meev pun bangkit dari ritual jongkoknya itu
“Ohayou Aoi, oh, ada Meev juga ..” sapa cowok berlesung pipi itu
“ohayou Kai” jawab Aoi, namun Meev hanya memandang Kai dengan tatapan yang sulit diterjemahkan
Kai masuk ke dalam ruangan, diikuti mata Meev yang masih saja melihatnya sampai Kai hilang di balik pintu, dan Aoi pun seperti mencium adanya nasi gosong, eh, maksudnya ada hal yang mencurigakan dari Meev
“Hei !!!” Aoi meninju pelan lengan Meev
“Ah, eh, ap, apa ?” Meev gelagapan
“Jangan mencoba melakukan hal yang aneh-aneh sama leader gue” kata Aoi mengancam
“Eh, apaan sih, memang siapa yang mau macem-macem sama Kai ?” Meev mencoba mengelak
“Ck, gue udah ngebaca dari tampang mesum lo, pokonya awas, gak akan gue biarin sesentipun ujung bibir lo nyentuh kulit Kai !” kata Aoi kemudian masuk dalam ruang latihan
WTF !!! Kok Aoi bisa tau ya hasrat tersembunyi dalam diri gue ?? pikir Meev bingung.
Habisnya gimana dong, cuma Kai satu-satunya makhluk manis di manajemen ini yang belum dia nistai (??) dengan bibirnya. Dan jelas itu bisa membuyarkan impiannya untuk menaklukan Pscompany dengan ciumannya. Kalau digambarakan , maka seperti inilah skema perjuangan Meev :

MENCIUM KAI = MENAKLUKAN PSCOMPANY = MENGUASAI DUNIA (halah gaje !)

Belum lagi ngeliat tampang Kai yang polos nan imut itu, aduuhhhh, rasanya gemes pingin grepe-grepe dia >///< (author d pentung Meev, “Woii !! itu kan mau lo !!”)
Tapi yang jadi penghalang terbesar jelas adalah Aoi, gitaris sekalius personil tertua di Gazette (Aoi : “Gak usah disebut tua kaliii !!” ). Gak tau kenapa makhluk jejelmaan mujaer itu gak rela banget kalo Kai merasakan bibir indahnya ini. Padahal Aoi sendiri juga pernah mendapat ciuman maut darinya yang sayangnya berakhir dengan tampolan manis di bibir Meev dan membuat bibir kebanggaanya itu nyut-nyutan selama seminggu

@@@

Meev sedang berjalan-jalan di lapangan belakang kantor PSC, hingga kemudian dia tiba-tiba melihat sosok yang sedang ia pikirkan saat ini, Kai. Pemuda manis itu nampak sedang duduk sambil memainkan stik drumnya, terlihat ia mengangguk-anggukkan kepalanya mengikuti alunan musik dari ipodnya
“Wah, pucuk di cinta, Kai pun tiba, kayaknya nasib baik lagi berpihak padaku “ pikir Meev senang, inilah saatnya untuk menuntaskan cita-citanya yang tertunda sekian lama (hahaha).
Ia pun menghampiri Kai
“Haloo, Kai !!!” Meev setengah menabrakaan dirinya pada Kai saat duduk, membuat Kai terkejut dan melepas earphonenya,
“Oh, Meev, lagi ngapain di sini ?”
“Enggak, cuma iseng aja. Sendiri ? anak-anak Gazette mana ?”
“Oh, mereka didalem, masih pada makan siang”
Yess!! berarti si iblis Aoi itu gak ada di sini, gue bebas !! pikir Meev girang.
Diliriknya Kai yang kembali sibuk dengan earphonenya, dan saat itu juga ia melihat pipi Kai yang begitu mulus, putih, bersih tanpa noda dan dosa., seperti mengoda bibirnya untuk segera menyentuhnya, xixixi, kira-kira seperti itulah suara tawa iblis yang menggema di telinga Meev.
Mumpung orangnya lagi sibuk sendiri, nyosor dulu ah, dan Meev pun mulai memonyongkan bibirnya, mengarahkan tepat pada sasaran di pipi Kai. Sedetik lagi cita-citanya untuk menodai pipi mulus itu akan terwujud hingga sebuah hantaman telak pada pipinya membuatnya berteriak,
“Adoouwww !!!”
Meev terjatuh dengan keras di atas rerumputan yang membuat Kai kaget dan bingung, kemudian ia menoleh, tampak Aoi berlari menghampiri mereka
“Ahh, gomen, hontouni gomenasai, aku tidak sengaja, bola itu begitu saja terlepas dari tanganku” kata Aoi
Rupanya yang baru saja menumbangkan Meev adalah sebuah bola basket yang menggelinding tak jauh darinya
Meev,meraba pipinya, bengkak dan sakit..
“Kau tidak apa ?” tanya Kai, mencoba membantunya bangkit
Meev mendelik kesal pada Aoi yang malah nampak puas lahir batin akan penderitannya
“Maaf tadi sedang bermain basket dan ternyata tanganku belum ahli untuk menggenggam bola itu” Aoi menjelaskan dengan ringan, membuat Meev makin kesal,
Helooooo !!! seluruh dunia juga tau, mana mungkin mujaer itu bisa bermain basket disini, secara seluruh lapangan ini penuh dengan rerumputan, lagi pula apa Aoi tidak bisa membedakan mana lapangan basket dan mana lapangan sepak bola?? Yang tadi itu pasti disengaja ! Meev masih ngedumel dalam hati
“Kai, kita latihan lagi, yang lain udah pada nugguin” ajak Aoi
Kai menoleh sesaat pada Meev
“Jangan khawatir, Meev tidak akan mati hanya karena tampolan bola basket” lanjut Aoi lagi sambil memberikan deathglare-nya pada Meev beserta pesan tersirat –jangan macam-macam lagi pada Kai- yang membuat Meev terpaku ditempat.

@@@

Begitulah, Meev banyak sekali mendapatkan cobaan untuk mewujudkan impian anehnya itu. Namun mungkin memang ada yang salah dengan otaknya, karena tampolan bola basket saja belum cukup untuk menormalkannya dan Meev masih saja suka mengumbar ciuman pada siapun dan apap-, oh, maksudnya hanya pada manusia.
Dan sepertinya ia akan masih berjuang keras untuk memecahkan rekornya sebagai manusia yang memberikan ciuman pada seluruh makhluk di Pscompany ^^ , termasuk
Kai, walaupun itu artinya dia harus sering berhadapan dengan lawan sengitnya si gurame jejadian aka Aoi.

FIN

Ini cuma penpik dari author malas, gaje, n misstypo seperti saya ….

Girugamesh

About Girugamesh – Aku cuma mau nulis kalo aku lagi kesengsem sama Japanesse Rock band satu ini. Awalnya sih karena gak sengaja aku liat di salah satu wall temen Fb ku yang nulis “abis liat PV Girugamesh-Crying Rain, ada satoshi yang hujan-hujanan ..”, waktu itu aku memang lagi browsing band-band vkei/jrock, dan gak tau kenapa aku lansung search aja di youtube pvnya Girugamesh yang Crying Rain, walau sebenarnya aku sudah denger mp3 lagu itu, cuma masih belum terlalu ngeh aja. Kembali lagi waktu aku ngeliat PV Crying Rain, and you know wahat ??! Aku malah terpesona sama tampang imutnya Ryo, sang drummer di PV itu, “Ya ampunn, imut banget cowok ini !!” begitula komentar alayku waktu ngeliat dia. Dan seperti kebiasaanku, kalo aku sudah suka sesuatu pasti langsung kucari info dan piku2nya. Tapi yang anehnya kok malah banyak yang keluar pikunya Satoshi yaa ?? and then, gak sengaja aku ngeliat salah satu piku Satoshi yang non make-up sambil nyengir n tangannya membentuk gaya metal,wew, mungkin itulah yang namanya love at first sight, aku langsung jatuh cinta sama vokalis satu ini !!! XDD, langsung lupa deh sama niat nyari piku Ryo yang ada malah flashdiskku penuh dengan piku-piku satoshi, mulai dari yang jaim, cool, keren sampai yang konyol XD.

Dan akhirnya aku mulai ngumpulin lagu-lagu Girugamesh, yang kemudian membuat aku mikir, kok bego amat yaa baru tau Girugamesh keren begini, padahal temen-temenku sering banget nyebut-nyebut ini band. Tapi mungkin itu kali ya yang dinamakan kalo jodoh gak akan lari kemana, huehehehehe, akhirnya aku memang dipertemukan (??) dengan band ini.
Dibawah ini ada profil member-member Girugamesh ^^




Vocal : Satoshi
Birthday: Oct 13, 1984
Blood type: O
Height: 168cm
Weight: 52kg
Favorite: Movies, Indirect lighting, Meat, Pug




Gitaris: Nii
Birthday: July 22, 1984
Blood type: A
Height: 168cm
Weight: 52kg
Favorite: Naritake, Techno music, Alcohol






Bass: Shuu (as leader)
Birthday: Dec 26, 1984
Blood type: O
Height: 175cm
Weight: 62kg
Favorite: Fishing, Reading, Cigarettes






Drums: Ryo
Birthday: Sep 20, 1986
Blood type: A
Height: 163cm
Weight: 50kg

Rabu, 14 September 2011

Lyric Nobody by Girugamesh




Akogare hito me ni utsuru to "anna fuu ni naritai" tte omou
Jibun no koto riyuu mo naku tenbin ni kakete mata katamuku
Atari mae sa tanin wa minna yoku mie ikitsuku kono Terminal
Kawatte iku mawatte iku umarekawarereba na to tsubuyaku ...

Naze minna why mitorete iku ?
Tsukurareta mask kab uri damasare
Murenashite itaitashii
Mannin no koe abite wa "yorokobu" to you

Tell me now tell me now tell me
Fukuramu yokubou darashinaku kuchi wo hiroge hora
Tell me now tell me now tell me
Hoshigaru risou wo tsukamu tame oboreru

Jibun no kachi shiru monosashi aru no nara ima sugu ni sashidashi
Mitsume naosu nara minaoshi kakudo kae sorezore no katachi e
Kanezumi kaiketsuhou shiri ge njitsu kara doubou shi
Te ni shita daishou wa owari naki yokkyuu da
Hareteku sono ude wa mata jibun no kubi wo shime
Kizukeba genkei mo tomenai say good bye

Naze minna why nagasarete ku ?
Tsukurareta monogatari wo shinjite
Murenashite nareai wo
Mannin no koe kowagari "obiete" dead eyes

Tell me now tell me now tell me
Wasureta miryoku to kono hoshi de tada hitotsu no kimi
Tell me now tell me now tell me
Mou ichido kimi wo mitsume naoshite kure

Tell me now tell me now tell me mawaru
Tell me now tell me now tell me mawaru

Tell me now tell me now tell me
Kizuite hoshii yo oboreteku sugata wo misenaide



english trasnlation


When the yearning people are reflected in my eyes I think "I want to become like this"
Myself I don't have any reasons I wigh my options and again I tend to go under
It's only natural The other people can all see well arriving at this Terminal
Murmuring I will change I will turn around If I can be reborn ...

Why, everyone why will you be charmed ?
I put on the mask that I made I am deceived
This crowding It's pathetic
When everyone bathes in the voices it is "delightful" to you

Tell me now tell me now tell me
The rising desire Open your mouth wantonly Look at me
Tell me now tell me now tell me
So that I can grasp the ideal that you want I am drowning

My own worth If you know it present it to me right now if there is any
Look at me differently if you look at me again Change the angle to each shape
To pile up money is a solution Knowing I'm escaping from reality
The compensation I hold in my hands is a desire that doesn't have an end
Those swelling arms are again strangling my own throat
Also if you noticed it this pattern will as well not stop say good bye

Why,everyone why do you ignore me ?
Believe in my made up stories
This crowding Becomes a conspiracy
The "frightened" dead eyes that are afraid of everyone's voices

Tell me now tell me now tell me
In that forgotten charm and on this star there is only one you
Tell me now tell me now tell me
Let me look at you once again

Tell me now tell me now tell me I turn around
Tell me now tell me now tell me I turn around

Tell me now tell me now tell me
I want you to notice me Don't look at this drowning me

Minggu, 11 September 2011

OBSESSION fanfic


Author : Kuroyuki

Genre : Drama, angst, yaoi

Rating : 15+

Pairing : mmmm, AoixUru ^^

Disclaimer : ane pemilik ceritanya, kalo 2 makhluk itu *ditimpuk aoiuru* yang punya PSC

Saya mencoba nulis lagi, walau masih dengan tingkat ilmu yang sama sperti kemarin, di bawah garis standar kepenulisan fanfic, hehehehe,

Douzo ….

Aku terluka, sungguh, bahkan hanya karena senyumannmu, mampu membuat perih tiba2 terasa di hati ini

Sakit … karena senyum itu bukan milikku

Pedih … karena senyum itu tak tertuju padaku

Kau tau ?? aku begitu kesal, aku marah, aku benci !!!

Tapi bukan padamu, percayalah, semua rasa negatif itu, semuanya, hanya tertuju pada suatu hal yang abstrak, sebuah status social

Hehhh !! Percayakah kau, bahwa jarak kita yang dekat, teramat dekat, tidak mampu melampaui sebuah kata rongsokan yang diciptakan oleh sekumpulan makhluk lemah, yang bahkan tak akan mampu hidup hanya dengan pakaian yang melekat ditubuh mereka. Makhluk rakus yang berhasrat menggembulkan perut mereka, kalau perlu dengan menghinakan diri mereka sendiri.

Lucu bukan ??

Mereka belajar untuk menjadi makhluk pintar, makhluk yang beretika, tapi nyatanya ??? Yang mereka pelajari hanyalah cara untuk menikmati hidup, tak peduli dengan orang lain. Lalu dengan bangganya mereka memperoleh gelar kesombongan, menerapakan cara hidup egois dan tentu saja materialistis.

Aku muak, muak pada mereka yang begitu angkuh, padahal yang mereka miliki tak lebih dari sampah dimataku, aku tak butuh harta itu, tak butuh status itu, tak butuh apapun yang mereka banggakan. Aku hanya butuh kau, cukup engkau …..

####

“Sudah saatnya, kau harus bersiap-siap ..”

“Iya, sebentar lagi” jawab seorang pemuda sambil mengikat dasi di lehernya

Wanita itu menatap pemuda dihadapannya dengan bahagia, pemuda yang merupakan putra pertamanya itu nampak gagah, terlebih hari ini adalah hari pernikahannya. Wanita itu membantu putranya merapikan dasinya

“Nanti, setelah hari ini, tentu istrimu yang akan merapikan dasimu”

Aoi menatap wajah ibunya dengan kasih

“Bu, jangan berkata seolah-olah aku tidak akan menemui ibu lagi, aku berjanji, setelah pulang dari bulan madu, aku akan langsung menemui ibu”

Wanita itu tersenyum, “Ibu tau, kau memang anak ibu yang paling baik”

Aoi memeluk ibunya, salah satu wanita yang dikasihinya selain hime, calon istrinya.

“Sudahlah, ayo kita berangkat, Hime dan keluarganya mungkin sudah sampai di gereja duluan”

“okaasan, onii-san ..”

Aoi dan ibunya menoleh ke pintu kamar, di sana nampak Uruha, adik tiri Aoi berdiri

“Ah, Uru, kau juga sudah siap ?” Aoi tersenyum pada adiknya, berbeda dengan ibunya yang langsung memasang wajah keras begitu melihat Uruha

“Kalau memang semuanya sudah siap, ayo kita pergi sekarang” Aoi nampak bersemangat, namun Uruha hanya diam dan menunduk, membuat Aoi heran

“Uru, kau sakit ?” Uruha hanya menggeleng, kemudian ia mengangkat wajahnya yang nampak menahan tangis

“o-onii san, mo-mobil Hime kecelakaan ….”

@@@

Uruha mengetuk pintu kamar Aoi perlahan, ia mengantar sarapan yang telah dilewatkan Aoi 2 jam yang lalu

“Onii-san, aku masuk ya ?”

Tak terdengar jawaban dari dalam, tapi Uruha tetap masuk, ia yakin Aoi sebenarnya sudah bangun, namun enggan untuk menjwabnya

Uruha melihat Aoi berbaring membelakanginya, ia kemudian meletakkan senampan sarapan di meja kamar Aoi, sebenarnya ia ingin mengatakan sesuatu, tapi melihat keadaan Aoi yang seperti tidak ingin di ganggu, ia pun mengurungkannya,

Sudah seminggu lebih Aoi mengurung diri dan bersedih di kamarnya, kematian Hime, wanita yang dicintainya, membuatnya begitu terpukul. Ia sangat shock, masih terekam jelas di ingatannya wajah diam dan tubuh kaku kekasihnya itu lengkap dalam balutan gaun pengantin yang juga penuh dengan bercak darah. Tubuhnya terkulai lemas, ia hanya berharap kalau semua itu hanyalah mimpi buruk atau sekedar lelucon yang dibuat oleh Hime untuk mengerjainya. Namun tidak ada yang membangunkannya, juga tidak ada wajah puas Hime setelah berhasil mengerjainya, wajah manis itu tetap terlelap dalam tidur abadinya, menyadarkan Aoi bahwa segalanya adalah kenyataan, yang begitu menyedihkan …

“Oniisan, kau harus makan ..” Uruha menggoyang-goyangkan tubuh kakaknya perlahan.

Ini sudah hari ke-10 Aoi mengurung diri didalam kamarnya, dan selama itu pula tidak ada makanan yang masuk dalam perutnya. Uruha sangat menghawatirkan keadaan Aoi, wajahnya sudah pucat, ada lingkaran hitam yang tebal di bawah matanya, Aoi seperti berubah menjadi mayat hidup yang terkapar begitu saja di atas tempat tidurnya.

“Ayolah, kau harus makan walau sedikit” paksa Uruha. Aoi tetap diam

Uruha mencoba memasukkan sesuap bubur kemulutnya, tapi aoi tetap bergeming. Uruha masih terus berusaha agar Aoi membuka mulutnya, tapi mulut itu seperti terkunci dengan rapat, dan mungkin kesal karena paksaan Uruha, Aoi malah mengebas mangkuk yang ada di tangan Uruha. Membuat isinya berceceran ke lantai. Uruha terkejut namun kemudian ia berubah jadi kesal

“Baik, terserah kalau Oniisan mau seperti ini selamanya, tidak usah makan, dan tidak usah peduli lagi pada aku ataupun ibu, teruslah bersedih dan kalau perlu susulah Hime ke alam sana. Kita lihat, apa Hime masih akan bangga pada kekasihnya yang telah berubah menjadi pengecut !!!” Uruha keluar dan membanting pintu kamar Aoi, ia tidak melihat bahwa tetes demi tetes air mata Aoi mengalir, kata-kata Uruha barusan seperti menampar alam sadarnya, menariknya kembali dari kubangan kesedihan yang ia buat selama ini…

@@@

Satu bulan kemudian ….

Aoi menyusuri lorong rumah sakit dengan terburu-buru. Barusan Uruha menelponnya, mengabarkan bahwa ibu masuk rumah sakit, terjatuh dari tangga.

Kamar 203, Shiroyama Yue. Aoi membukanya, dan nampak Uruha dan dokter berdiri di samping tempat tidur ibunya yang terlelap

“Oniisan ..”

“Bagaimana keadaan ibu ?” Tanya Aoi sambil memperhatikan kondisi ibunya, ada balutan perban di kepalanya, selang infuse dan juga alat bantu pernafasan yang kini melengkapi sosok ibu terkasihnya itu.

“Tuan Shiroyama, ibu anda saat ini tidak sadarkan diri, ada beberapa tulangnya yang patah, dan kemungkinan juga ada pendarahan di otaknya akibat benturan, secepatnya kami akan memeriksa dan memberikan hasilnya pada anda” kata-kata dokter itu membuat Aoi lemas, di sampingnya, Uruha menggenggam lengan Aoi, seperti ingin menyalurkan tenaga agar Aoi tidak tiba-tiba terjatuh.

“Sebenarnya apa yang terjadi ?” Tanya Aoi masih menatap wajah ibunya,

“Aku tidak tau, aku baru pulang dari rumah teman, dan kemudian kulihat tubuh ibu tergeletak di bawah tangga, para pembantu sedang sibuk di dapur, jadi tidak ada yang menyadarinya sampai aku datang”

Aoi terdiam sesaat, “Baiklah, kau pulang saja, biar aku yang menjaga ibu” kata Aoi

“Tidak, biar aku yang menjaganya, kau sudah lelah dengan pekerjaan kantormu, lebih baik kau saja yang pulang, jangan khawatir, aku akan menjaga ibu dengan baik” bantah Uruha

Aoi menatap wajah adik tirinya itu, Uruha memang selalu seperti ini, selalu menghawatirkan dirinya dan ibu, padahal perlakuan ibu padanya tidak bisa dibilang baik, namun Uruha selalu berusaha berbuat yang terbaik bagi ibu.

“Terimakasih Uru”

“Hei, aku kan juga anak ibu” balas Uruha tersenyum.

@@@

Pendarahan dalam otak, ternyata benar, itulah yang membut ibunya tak sadarkan diri sampai saat ini. Hanya bunyi mesin di meja yang terletak disamping tubuh ibunya yang menandakan masih ada harapan untuk kesadaran wanita itu kembali, walau tipis harapannya. Aoi menarik napas panjang, sampai kapan semua kesedihan akan pergi dari dirinya, kenapa tidak ada satupun yang berjalan sesuai dengan keinginannya. Aoi menangkupkan wajahnya dalam kedua tangannya, ia lelah , sangat lelah. Begitupun dengan Uruha yang melihat kakak tirinya itu begitu menderita, mungkin memang harus diakhiri saat ini juga, pikirnya.

@@@

Aoi’ POV

Tuhan, Kenapa kau lakukan ini padaku ?? Masih belum cukupkah kau ambil Hime dari sisiku ??! Dan sekarang kau ambil pula ibuku ?!

Aku hany bisa terduduk lemas ketika dokter mengabarkan kematian ibu. Malam itu, tiba-tiba saja kondisi ibu kritis, dokter tak mampu lagi menyelamatkannya, membuat diriku harus kembali mengalami peristiwa kehilangan lagi. Dan membuat air mata ini mengalir lagi.

“Oniisan ..” kutatap wajah Uruha yang sudah penuh air mata, satu-satunya keluargaku yang tersisa. Kurengkuh ia dalam pelukanku, mencoba memberinnya ketenangan yang aku sendiri pun bingung untuk mendapatkannya saat ini. Akupun kacau saat ini.

Dapat kurasakan isak tangis Uruha dalam pelukku, ia pasti juga merasa sangat kehilangan ibu, “SShhh, tenanglah, aku yang akan menjagamu mulai saat ini, karena sekarang yang tertinggal hanya kita berdua ….”

@@@

Uruha’ POV

Aku masih berada dalam pelukan Aoi, kakak tiriku.

Astaga, setelah sekian lama akhirnya aku bisa merasakan kembali lengan kokohnya yang memelukku, dan mungkin aku harus berterima kasih atas kematian nenek sihir itu, karena dengan begitu aku bisa kembali mencium wangi parfum khas Aoi.

Apa tadi Aoi bilang, menjagaku ? Yah, aku tidak perlu meragukan itu. Dari dulu, ia selalu menjagaku, mengasihiku layaknya seorang adik kandung dan membelaku dari perlakuan-perlakuan jahat ibunya, ah, well, aku menyebutnya sebagai nenek sihir. Cuma Aoi yang menganggap keberadaanku, cuma ia yang memberiku makan diam-diam saat nenek sihir itu mengurungku berhari-hari di gudang hanya karena lupa merapikan tumpukan sepatu di rak saat kami kecil dulu.

Hhhh, nenek sihir itu membenciku, sangat membenciku, itu karena aku adalah anak haram dari suaminya dengan wanita simpanannya, yang tak lain adalah ibuku. Kebenciannyalah yang membuatnya tega memaki, menghajar dan menyiksa bocah 9 tahun hanya karena kesalahn-kesalahan kecil. Siksaan yang meninggalkan cukup banyak bekas di tubuhku, yang tidak pernah diketahui oleh Aoi karena aku selalu diam dan menutupinya dari Aoi yang baik hati, sama seperti aku menutupi dendam yang tertumpuk berpuluh tahun dalam hatiku. Dendam atas penderitaan ibuku. Dendam yang mampu membuatku meletakkan ceceran minyak di tangga dan membuat nenek sihir itu terpeleset jatuh, namun sayang, semua itu belum cukup untuk membuatnya pergi dari dunia ini, sehingga aku harus menyelesaikan semua itu di rumah sakit. Aku tidak tau kabel atau selang apa yang sudah kucabut, namun yang jelas keeesokan harinya kabar gembira itu datang, penyihir itu telah pergi, untuk selamanya, dan aku tidak perlu lagi berpura-pura menjadi anak penurut yang baik hati pada ibu tirinya.

Aoi masih memelukku, ia mengelus-elus punggungku yang menggigil karena isak tangisku -yang tentu saja palsu- membuatku benar-benar merasa nyaman. Dulu, ketika aku merasa sedih Aoi akan segera memberi pelukan hangatnya dan menghiburku, namun sejak ada hime, kekasihnya, ia mulai sering mengabaikanku, membuatku mempunyai satu lagi nenek sihir yang harus kulenyapkan. Karenanya, malam sebelum acara pernikahan aku diam-diam menyelinap kerumah Hime, membuat ‘beberapa perubahan’ pada mesin mobilnya dan voilaa …!! Hime tewas seketika, mengembalikan Aoi padaku lagi.

Dari dulu aku selalu meyakini, bahwa cinta ibuku pada ayah Aoi tidak lah salah, begitu pula dengan cintaku saat ini pada Aoi, tidak ada yang salah, hanya karena waktu yang menempatkan kami dalam keadaan seperti ini, Aoi laki-laki, begitu pula denganku. Tapi aku tidak peduli, aku mampu melenyapkan beberapa nyawa untuk membuatku hanya berdua dengan Aoi di dunia ini, lalu, kenapa aku harus kalah dengan sebuah status ?

Semua sudah selesai Aoi sayang, sekarang hanya tinggal kita berdua, hanya kau dan aku ….


ni fanfic udah q post di fb sih, tapi lumayana bwt ngisi ni blog ....

hahahh, akhirnya aku buat di blogspot juga ==a
padahal udah buat di WP sama LJ tapi emang dasarnya aku gelo, buat banyak akun blog tapi disia-siakan begitu aja.
semangat nulis tapi baru nyampe di niat, belum di tangan, jadinya ya begini, cuma asyik buat template blog tapi gak pernah diurusin, :(