Minggu, 25 September 2011

finally ... (fanfic)

Author : kuroyuki
Chapter : one shoot
Genre : romance, fluff
Rating : 15+, hehehehehe
Pairing : aoi x uruha
Disclaimer : mereka tuh punyanya …… etooo, punya siapa ya ??
Wah, tiba2 dapet ilham ni cerita waktu ngeliat beritanya pangeran william n kate, tapi kok gaje gini yak ?? ==’

Douzo …

aku tersenyum memandangi diriku sendiri didepan cemin besar ini. Aku dapat melihat pantulanku yang dibalut dengan gaun putih panjang, berhiaskan renda-renda manis pada bagian dada dan pergelangan tangannya, ditambah ornament-ornamen menarik disekitar pinggangnya yang membuat tubuhku makin terlihat ramping. Aku masih tersenyum. Aku memang cantik, aku sadar itu, namun entah mengapa menggunakan gaun ini makin membuatku diriku merasa cantik, terutama didepannya nanti, hmm,senyumku makin melebar bahkan hanya dengan membayangkan wajahnya saja.
Rasanya aku tidak sabar menunggu hari esok, hari dimana kehidupan kami berdua akan berubah, yah besok kami akan menyatukan ikatan cinta kami, yang walaupun orang lain masih memandangnya sebelah mata, namun kami percaya bahwa kami bisa bahagia menjalaninya.

Aku masih termangu didepan cermin, bukan lagi mengagumi penampilanku tapi pikiranku malah melayang pada hari-hari kemarin. saat aku dan aoi begitu percaya diri untuk menjalin kasih, bahkan didepan teman2 kami sendiri, yang pada awalnya jelas merasa terkejut. Namun aku dan aoi bersyukur mendapatkan teman2 yang begitu pengertian karena setelahnya mereka malah mendukung hubungan kami berdua, rasanya itu sudah lebih dari cukup bagi kami

“kau sudah cantik uru sayang ….” sebuah suara membuyarkan lamunanaku, aoi tiba2 sudah berada diambang pintu kamar

“jangan berkaca terus, aku takut kaca itu akan iri dengan kecantikanmu” kata-katanya spontan membuatku tersenyum malu

“apa yang kau lakukan disini, bukankah kau harus mengecek segala persiapan untuk besok ?” tanyaku

Aoi mengedikkan bahunya “aku sudah serahkan tugas itu pada teman2 kita”

Aku mengernyitkan kening ” heii ! mereka tamu2 kita ao, kenapa malah kau suruh bekerja?”

“hehehehehe, habisnya mereka Cuma bengong aja waktu datang kesini, jadinya ya kukasih kerjaan aja”

Aku bisa membayangkan kenapa reita, ruki dan kai hanya bengong saat tiba di rumah ini, atau lebih tepat jika kusebut sebuah kastil mewah. Kami memang tau jika aoi adalah anak orang kaya, tapi kami baru benar2 tau seberapa kaya gitaris band kami itu. Orang tuanya adalah pengusaha otomotif yang sukses di negeri ini, belum lagi keluarga mereka masih memiliki darah bangsawan, yang membuat keluarga aoi tak hanya kaya dan populer namun juga terpandang di kalangan pejabat2 pemerintah. Satu hal yangpada awalnya membuatku ragu untuk meneruskan hubungan kami.

“a,, aoi ?!” aku mendesis kaget saat tiba2 aoi memeluk dan mencium leherku

‘kau,,, wangi sekali” katanya sambil menghirup leherku

“mm.,,, barusan aku mandi dan luluran, untuk acara besok kan?”aku mencoba menjauhkan leherku, namun aoi malah mengeratkan pelukannya, perlahan bibirnya naik mencium pipiku

“apa yang kau risaukan ?” bisik aoi

‘tidak, aku tidak merisaukan apapun”

“kau melamun tadi” aku terdiam

Besok kami akan menikah, tapi tetap saja ada perasaan takut, ragu, gelisah dalam benakku. Tapi tidak mungkin juga aku mengatakan ini pada aoi, ia sudah begitu banyak berjuang demi hubungan kami, bahkan hingga berani menetang keluarganya sendiri, aku tidak mau membuatnya repot.

“keluargaku sudah menyetujui hubungan kita, apalagi yang kau takutkan ?”

Benar, mereka memang telah setuju, tapi itu juga karena kau yang mengancam akan pergi dari rumah dan melepas semua yang kau miliki, dan tentu saja keluarga shiroyama tidak akan membiarkan satu-satunya pewaris kerajaan otomotif mereka pergi begitu saja sehingga terpaksa menyetujui hubungan kita, aku mendesah dalam hati.
“ouch …” aoi menggigit kecil telingaku

‘kau melamun lagi kan?”

“hei, bisakah kau melepas pelukanmu? Aku takut gaunku akan rusak” aku mencoba melepas pelukannya

“tidak mau !, aku takut kau akan kabur ”

“hahahahaha, kau ada2 saja kenapa aku akan kabur ?”

“karena …. Mungkin kau takut ?”

Takut ?? aku tidak akan takut apapun asalkan bersamamu, namun kehilanganmu sudah pasti akan menjadi ketakutan terbesar seumur hidupku

Aku merasa aoi makin erat memelukku, tubuhku kami benar2 menempel satu sama lain, apa yang terjadi padanya sih ?
“aishiteru uru ..”

Hah ? apa dia sedang butuh pengakuan dariku ?aku tersenyum kecil

“aishite ,,, mphh, ngg “ aku tidak bisa meneruskan ungkapanku karena bibir aoi kini membekapku, memberi ciuman hangat dibibirku yang mau tak mau aku balas

Aku bisa merasakan tangan aoi membelai ringan punggungku, yang jujur membuatku agak terangsang, apalagi kini lidah aoi sukses menjelajah dalam mulutku, bermain-main dengan lidahku

Sreeettt ….
Resliting belakang gaunku terbuka, kini aku bisa merasakan usapan hangat aoi, sedangkan bibirnya masih tetap mengulum bibirku, saliva kami pun menyatu.

Aku mencintainya, sungguh, mencintainya dengan sepenuh hatiku, tak perduli kami adalah makhluk sejenis, tak peduli jika cinta kami melanggar aturan hukum manusia, kami tak ingin peduli. Apa salah jika memliki keinginan untuk hidup bahagia dengan orang yang dicintai ??

Bahkan jika hanya diizinkan untuk memiliki satu permintaan dalam hidup ini, aku hanya ingin bersama aoi, hanya itu ….
Aoi melepas ciumannya, “ uruha, kau tidak akan menyesal kan ?”

“ma, maksudmu ?” aku mengatur nafasku yang agak tersengal karena ciuman aoi tadi

“bersamaku, menjadi pendampingku seumur hidup, tidakkah kau akan menyesal ? belum lagi dengan pikiran2 orang di luar sana, hidupmu jelas akan kesusahan”

Aku mencari mata aoi dan memandang mata legam itu dengan yakin, “aku tidak akan menyesal”

Tidak akan, bahkan segala kesusahanpun tidak akan terasa jika bersama aoi.

Aoi tersenyum, kemudian mendorong pelan tubuhku hingga jatuh ke atas tempat tidur, ia menindihku dan kembali menciumiku, meraba setiap inci tubuhku dengan mesra, seolah ingin menyampaikan seluruh hasrat cintanya. Dan aku menikmatinya, mencoba mengeja seluruh pesan cinta yang ia siratkan, mungkin ada nafsu, tapi, bukankah mencintai memang membutuhkan nafsu ?, nafsu untuk memiliki, nafsu untuk melindungi, nafsu untuk membuat orang yang kita cinta bahagia selamanya…
***
Author’s POV

“kau kemana saja ?” reita langsung ngedumel ketika melihat aoi. Ia, kai dan ruki sudah habis kesabaran menunggu aoi yang katanya tadi ingin pergi sebentar, tapi nyatanya malah meninggalkan mereka di kastil super besar ini selama 2 jam, tanpa ada guide ataupun peta yang hamper membuat mereka nyasar entah di lorong mana. Benar2 seperti dalam labirin, pikir ruki.

“gomen, gomen, tadi aku ada urusan sebentar dengan uruha” jawab aoi sambil nyengir,

“trus, di mana uruha ? dari tadi kami belum melihatnya” Tanya kai

“uumm, itu, dia, dia sedang tidur” aoi tiba2 kikuk

“hahh !! kami sudah jauh2 datang dari Tokyo untuk menghadiri pernikahan kalian, bukannya disambut malah ditinggal tidur ?! dasar bebek !” reita kembali misuh2

Namun kemudia ruki melihat sebuah keganjilan, ia menghampiri aoi dan mencoba menyentuh leher aoi

“kau, apaan sih ?!” aoi mencoba menghindar, namun ruki berhasil menyibak kerah baju aoi dan melihat sebuah tanda … kissmark ??

Kini giliran ruki yang menyeringai jahil “barusan ngapain sama uruha ?”

Kai dan reita yang juga sempat melihat kissmark itu juga memandang aoi sambil senyum-senyum, aoi jadi risih dan mukanya memerah, tapi bukan aoi namanya kalau sampai berhasil dijahili teman-temannya

“ahhh, sudahlah, bukan urusan kalian, bukankah seharusnya kalian membantuku untuk acara besok ?!” ia pura2 kesal

“hahahahahaha, aoi mukanya merah tuh !!” teriak reita yang kemudian berlari karena hendak dijitak aoi, sedang kai dan ruki hanya tertawa melihatnya ……

Owari …..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar