Minggu, 25 September 2011

Title : What the ….. (fanfic)

Author : kuroyuki
Rating : sapa aja, boleeehhhhh ….
Genre : apa aja terserah …..
Fandom : still the Gazette
Disclaimer : PSC managemenet (tumben nyadar = =a)
Sekali lagi kegajean menguasai saya, dan lagi2 the Gazette menjadi korbannya ..

Douzo ….

Kai melipat tangan di dadanya dan berdiri dengan pandangan penuh amarah pada teman-temannya. Reita, Ruki, Aoi dan Uruha yang asyik berleha-leha bingung dengan sikapanya itu.
“Kalian sembunyikan dimana ?” tanya Kai dengan ketus
“Apa ??” serempak temannya bertanya
“Gak usah pura-pura, kalian sembunyikan dimana panciku??!!” Kai berteriak dengan kesal.
Teman-temannya yang lain malah cengok dan saling berpandangan, panci ??
“Iyaaa, panci yang biasanya kutaruh didapur !!” Kai mulai gemes dengan tampang bloon teman-temannya
“Pan yang sering make elo, kok malah nanya ma kita” jawab Reita
“Kalo gw tau, gak akan gw nanya ma kalian semua !!” Kai yang kesal mengambil jaketnya dan berjalan keluar dari basecamp Gazette
Sepeninggal Kai baik Uruha, Aoi dan Ruki memandang tajam pada Reita, merasa terintimidasi, reitapun mengkerut di kursinya
“Kok pada mandangin gw semua ?”
“Ngaku deh, yang nyembunyiin ntu paci elo kan ?” tanya Ruki menyelidik
“Nggak lah !!”
“Gak usah bo’ong lo, si Kai kesel beneran tuh “ kata Uruha
“Kalo bo’ong idung lo makin pesek loh” lanjut Aoi lagi
Kenapa mesti bawa-bawa idung segala sih, pikir Reita sambil tak sadar mengelus-elus idung di balik nosebandnya
“Jadi elo kan yang nyembunyiin tu panci” tanya Ruki lagi
Dibawah ancaman dan sumpah hidungnya akan menjadi pesek, akhirnya Reita mengangguk yang langsung disambut dengan tatapan kesal teman-temannya
“Sana gih, ngomong terus minta maaf ma Kai, ntar kalo dia ngambeknya kelamaan pada repot kita”
“Ah, Kai juga sensi nih, baru aja pancinya disembunyiin sudah segitu ngambeknya, biasanya juga kita tindas kayak apa dia bakalan mesem-mesem aja” Reita berusaha membela diri
“Hussh, itu panci bukan sembarang panci buat Kai”
Kata-kata Uruha membuat Reita bingung, emang apa istimewanya tu panci ? Bisa ngabulin tiga permintaan kayak jin-nya Aladin gitu ?
“Setiap habis konser, Kai pasti bikin mie pake panci itu, dan biasanya ia akan bercerita tentang konsernya hari itu sambil makan mie, yah, bisa dibilang dia lagi curhat gitu sama pancinya. Makanya tu panci bermakna banget buat Kai, banyak kenangan yang ia bagi dengan panci itu”
Penjelasan Uruha itu membuat Reita terpana, bahkan Aoi dan Rukipun tercenung. Mereka sama sekali tidak tau tentang cerita itu. Jadi, sepenting itukah keberadaan panci itu bagi Kai?
“ck, gw pikir penyakit terparah yang diidapnya itu adalah kepikunannya, tapi ternyata .. Kai memendam semuanya sendiri, bahkan lebih percaya dengan panci ketimbang teman-temannya” Aoi nampak prihatin
Perasaan bersalah tiba2 muncul di hati Reita, sepertinya ia kejam sekali dengan menyembnyikan panci itu, apalagi selama ini ia sering mengatakan bahwa masakan Kai tidak enak.
Reita nampak menunduk dalam-dalam, ia menyesal
“Gue tau lo menyesal, tapi lebih baik kalau lo mencari Kai dan minta maaf padanya” Uruha menepuk pundak Reita.
“Biasanya kalau lagi kesal begini, Kai akan menenangkan dirinya di taman yang ada warteg takoyaki 24 jam di komplek sebelah” kata Uruha lagi
Tanpa basa-basi lagi Reita pun segera bangkit dan pergi mencari Kai di tempat yang ditunjukkan oleh Uruha.
“Eh tapi ….” Uruha mencoba mengatakan sesuatu tapi Reita keburu menghilang di balik pintu.
“Tapi apa ?” tanya Ruki
“Enggak, gue cuma mau ngingetin kalo ditaman itu banyak lekongnya”

= =a

***

Reita mengedarkan pandangannya ke sekeliling area taman ini. Sepertinya ini taman yang benar, barusan ia melihat sebuah warteg takoyaki yang buka 24 jam, dan sudah dari tadi ia mondar-mandir, tapi sosok Kai tidak juga ditemukannya.
“Haloo, mas, sendirian ya ~”
Reita menoleh pada seseorang yang baru saja mencoleknya tadi. Dari parasnya yang cantik orang ini nampak terlihat seperti wanita biasa, namun Reita yang sudah makan garam dunia perlekongan bisa dengan mudah mengenali bahwi wanita didepannya ini adalah jejadian aka lekong yang biasanya mangkal di taman ini
“Lho, kok bengong syiihhh, main yuk sama eke, eke bakal kasi servis plus deh ~” wanita jejadian ini mengedipkan sebelah matanya yang malah membuat bulu kuduk Reita merinding disko, apalagi ternyata okama ini tidak sendirian melainkan bersama 3 orang temannya yang lain, buset dahh !!, kenapa malah para okama yang tertarik ma ketampanan gue ya ?, pikir Reita yang masih sempat-sempatnya narsis.
“Huaaaaa !!!” Reita berteriak histeris saat seorang okama itu menggrepe-grepe tubuh berharganya, seketika itu juga ia mengambil langklah seribu dan ..
BRUUUKKK ….
Reita menabrak seseorang
“Ngapain lo lari2 Rei ?” Kai, orang yang ditabrak Reita, nampak bingung melihatnya yang seperti dikejar-kejat oleh hantu penghuni taman lekong ini
“Kaiiiii !!” Reita yang merasa lega langsung memeluk drummernya itu, yang membuat Kai malah makin bingung, ni anak gak ketularan penghuni taman ini kan ??
“Kai, gue minta maaf, gue yang nyembunyiin panci lo, gue cuma maksud iseng doang kok, gue gak tau kalo panci itu berharga banget buat lo” ujar Reita masih memeluk Kai
“Etooo, gue maafin elo kok, tapi lepasin gue, sesak nih … “ Kai mencoba melepasakan pelukan Reita yang amat erat, mau minta maaf apa mau ngebunuh nih, batin Kai.
“Hontouni gomenasai, gue gak tau panci itu punya arti tersendiri di hati lo” Reita membungkuk pada Kai, sedangkan Kai hanya menggaruk-garuk kepalanya
“Rei, sebenarnya gue gak ngerti lo tu ngomong apaan, tapi gue tadi udah beli panci baru kok” kata Kai sambil mengangkat plastik ditangannya.
“Tapi, tapi, bukannya paci yang gue sembunyiin itu sangat berharga buat elo?” tanya Reita bingung
“Nggak juga sih, itu kan bonus waktu gue beli boxer di swalayan”
Doeenggggg !!!! Reita pun bengong dengan sukses
“Trus, soal curhat habis konser sambil makan mie itu gimana?”
“heee ???”

***

“Gue gak nyangka ya, Kai bisa begitu autis, padahal kan kita teman-temannya dan kita pasti siap mendengar semua ceritanya” Aoi masih nampak prihatin dengan cerita Uruha tadi
“Iya, kasian sekali, selama ini dia hanya bisa tersenyum palsu pada kita, hhhhh….” Ruki menghela nafas berat
“Kenapa kalian ?” Uruha muncul dengan sebotol sake ditangannya
“Kok lo gak khawatir gitu dengan keadann jiwa Kai, bukannya lo yang lebih tau tentang kisah curhatnya Kai sama pancinya itu ?” tanya Aoi
Uruha yang hendak meneguk sakenya kemudian malah menatap Aoi dan Ruki bergantian
“Kalian gak benar-benar percaya denganku kan ?” tanya Uruha dengan sangsi
Aoi dan Ruki berpandangan heran
“Maksud lo, semua cerita lo tadi bohong gitu ?”
“Ya iyalah, gak mungkin kan si Kai ngomong sama panci kayak orang sakit jiwa gitu, gue kan cuma niat ngerjain si pesek doang” kata Uruha sambil menegak sakenya dengan santai, sedang Aoi dan Ruki hanya bisa memandangnya tak percaya, yang jelas Reita pasti amat murka saat ini.

Owari ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar